Analisa Kepuasan Konsumen terhadap Kluban Pindang Tetel (Studi Kasus Warung Mbak Isah)
Pekalongan, sebuah kota kecil yang memiliki banyak keragaman wisata dan budaya. Sebutan untuk Pekalongan yaitu Kota Batik karena dikenal dengan motif batiknya yang begitu khas. Dilihat dari ragam kuliner, berbagai macam kuliner Pekalongan dapat menggoyang lidah para pecinta makanan. Mulai dari warung-warung, bahkan sampai cafe dapat dijumpai di Pekalongan. Salah satu kuliner khas dari Pekalongan yaitu Kluban Pindang Tetel. Apa sih Kluban Pindang Tetel itu? Makanan macam apa?
Kluban itu sendiri sebutan urapan bagi warga Pekalongan, berbahan dasar rebusan sayuran, biasanya terdiri dari kacang panjang, kecambah, kol, bayam atau kangkung yang dicampur dengan parutan kelapa yang sudah dibumbui. Berbeda dengan daerah lain yang mengkonsumsi kluban secara garingan yang artinya sebagai sayur tanpa kuah. Bagi warga Pekalongan, mempunyai cara tersendiri dalam menikmati kluban, yaitu mencampur kluban dengan pindang tetel. Lalu, pindang tetel itu makanan apa lagi? Pindang tetel merupakan olahan makanan sejenis rawon, berisi tetelan daging sapi dan irisan daun bawang dengan bumbu pindang, yaitu rempah-rempah bercampur kluwak. Ciri khas lain pindang tetel adalah kehadiran krupuk merah dan kuning yang digoreng dengan pasir. Pindang tetel tidak cocok berpadu dengan kerupuk yang digoreng dengan minyak karena dapat merusak cita rasanya. Pindang Tetel banyak dijumpai di Kecamatan Kedungwuni dan yang paling khas adalah di Desa Ambokembang.
Di daerah Pekalongan, khususnya di daerah Kedungwuni, Pekajangan, dan Sapugarut dapat ditemukan penjual Kluban Pindang Tetel. Salah satu penjual Kluban Pindang Tetel yang cukup terkenal yaitu Warung Mbak Isah yang beralamat di Desa Sapugarut Gg.10, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan. Warung Mbak Isah menyediakan kluban pindang tetel, kluban bothok, gorengan, kolak pisang, es teh, dan lain sebagainya.
Rasanya yang nikmat dan "dikangeni" bagi warga Pekalongan membuat warung Mbak Isah setiap hari selalu dikunjungi banyak pembeli. Dengan harga yang cukup terjangkau sudah dapat menikmati lezatnya kuliner Pekalongan yang satu ini. Karena di luar daerah Pekalongan belum banyak tahu mengenai kuliner ini. Namun, melihat dari kondisi warung makan yang kurang memadai, sebaiknya diperlukan penambahan area untuk dapat menampung pengunjung dengan jumlah yang begitu bayak, sehingga dapat menciptakan suasana yang nyaman. Kemudian diperlukan penambahan area parkir tersendiri agar tidak terkesan semrawut, agar tercipta rasa aman pada saat pengunjung menikmati sajian di Warung Mbak Isah. Untuk lokasi sendiri cukup dapat dijangkau, melihat Warung Mbak Isah ini sudah dikenal banyak orang di Pekalongan.
Bagaimana? Penasaran dengan kelezatan Kluban Pindang Tetel dan kuliner khas Pekalongan lainnya? Yuk wisata ke Pekalongan :)




Komentar
Posting Komentar